Radana Finance incar mobil bekas

First slide

Jakarta - PT HD Finance Tbk. berencana memasuki pembiayaan mobil bekas pada semester II/2014 sebagai bagian upaya perusahaan untuk menggenjot pertumbuhan bisnisnya hingga 29% pada tahun ini.

Evy Indahwaty, Presiden Direktur HD Finance, mengatakan perusahaan berminat memasuki bisnis tersebut karena penjualan mobil bekas dianggap stabil. "Prospeknya bagus sekali," katanya seusai paparan publik, Rabu (21/5).

Rencana disversifikasi ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPS. Pembiayaan mobil bekas ini akan melengkapi pembiayaan sepeda motor yang selama ini berkontribusi paling besar terhadap bisnis perusahaan.

Evy mengatakan pembiayaan mobil bekas tersebut diharapkan berkontribusi sekitar 5% terhadap total bisnis perusahaan. Pada awalnya, bisnis ini akan digarap oleh jaringan perusahaan di kawasan Jabodetabek.

Pada saat ini, HD Finance memiliki 31 kantor cabang di seluruh Indonesia. Pada tahun ini, perusahaan berencana membuka 11 kantor cabang baru dengan nilai investasi sekitar Rp 8 miliar - Rp 10 miliar.

Melalui sejumlah bisnis tersebut, pada tahun ini HD Finance membidik penyaluran pembiayaan Rp 1,64 triliun atau tumbuh 29,01% dibandingkan dengan Rp 1,27 triliun pada 2013.

Pada kuartal I/2014, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan Rp 355,62 miliar atau tumbuh 41,32% dibandingkan dengan Rp 251,65 miliar pada periode sama 2013.

Secara unit kendaraan, HD Finance telah menyalurkan pembiayaan untuk 33.567 unit pada kuartal I/2014 atau tumbuh 38,73% dibandingkan dengan 24.196 unit pada periode sama 2013.

Pada tahun ini, perusahaan mengincar pembiayaan 155.121 unit kendaraan atau tumbuh 26,88% dibandingkan dengan 122.259 unit pada 2013.

Dari target penyaluran pembiayaan baru tersebut, emiten berkode saham HDFA itu membidik laba Rp 26,24 miliar pada tahun ini atau tumbuh 52,89% dibandingkan dengan Rp 17,16 miliar pada 2013.

Sampai sejauh ini, perusahaan memperoleh pendanaan paling banyak berasal dari pinjaman perbankan. Evy mengatakan pinjaman tersebut sebagian besar berasal dari bank loka. "Kalau pinjaman sindikasi (dari bank asing), masih kami jajaki," katanya.



Selain itu, perusahaan juga berencana menerbitkan surat utang pada semester II tahun ini untuk melengkapi pendanaan HD Finance.

Namun, Evy belum bersedia menyebutkan nilai maupun kisaran dana yang dibutuhkan dari penerbit obligasi itu. "Kami masih harus mempelajari dulu. Semuanya sekarang masih wait and see," katanya.

(Sumber : Bisnis Indonesia, 20140522)