Radana Finance Tularkan Spirit Kewirausahaan ke Mahasiswa UNJ

First slide

JAKARTA, 11 November 2017 - Radana Finance dan Asuransi ABDA bekerja sama dengan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) dan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menggelar pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswa di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (11/11/2017).

Pelatihan ini bertujuan melahirkan wirausahawan baru di kalangan mahasiswa, mengubah mindset mereka dari orientasi dari menjadi pegawai setelah lulus kuliah, ke orientasi menjadi wirausahawan sukses.

Pelatihan menghadirkan sejumlah pembicara wirausahawan sukses di bisnis fashion, Titin Fatimah, pemilik brand busana Az Zahra, Cipto Hartono dari Asuransi ABDA dan Krisdianto Soedharmono dari Radana Finance.

CEO Radana Finance Evy Indahwaty mengatakan, pelatihan semacam ini bagus digelar untuk menguatkan ekonomi Indonesia di masa datang. "Negara-negara maju yang ekonominya kuat karena mampu melahirkan banyak wirausahawan sukses," ungkapnya.

Bekerja sama dengan Himpuni pihaknya berupaya menginisiasi lahirnya wirausahawan melalui kegiatan pelatihan semacam ini. Dana untuk membiayai kegiatan ini berasal dari dana CSR Radana Finance.

"Melalui kegiatan ini kita juga ingin menyebarluaskan literasi keuangan ke kalangan mahasiswa. Pemerintah sendiri saat ini mencanangkan program kewirausahaan. Generasi muda seperti mahasiswa punya potensi besar menjalankan kegiatan kewirausahaan. Jadi, mahasiswa sekarang jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan tapi juga bisa menciptakan pekerjaan melalui pelatihan ini," ungkap Evy yang juga Ketua Pokja Keuangan Himpuni ini.

Evy menambahkan, kegiatan pelatihan kewirausahaan ini akan terus berlanjut. Tidak hanya ke kalangan mahasiswa tapi juga ke kalangan lain.

"Kegiatan ini kita jalankan secara berkelanjutan ke generasi muda di Himpuni dan non Himpuni. Ke depan kita juga berikan literasi keuangan ke kalangan pedagang dan masyarakat luas," ungkap Evy Indahwaty.

Ketua Umum Himpuni Ali Masykur Musa yang membuka pelatihan ini mengatakan, melalui Himpuni pihaknya mengajak para alumni perguruan tinggi menjadi pengusaha-pengusaha baru dan tidak terjebak di kegiatan politik praktis.

"Himpuni sendiri anggotanya adalah berasal dari lost membership dari organisasi alumni perguruan tinggi negeri. Perkumpulan kita terdaftar di Kementerian HAM tapi tidak masuk ke kegiatan politik. 

"Lebih baik Anda jadi pengusaha ketimbang di politik praktis," pesan Ali Masykur Musa.

Pahami kiatnya

Titin Fatimah, pemilik brand busana Az Zahra mengatakan, menjadi wirausahawan bisa dilakukan siapa saja asal dengan tekad serius dan ulet. Untuk memulainya, terlebih dulu harus mengubah mindset alias cara berpikir dari zona nyaman ke complicated zone.

Bekal lainnya yang harus disiapkan adalah karakter gigih, pantang menyerah, ulet bertahan dan semangat juang tinggi. Dalam merintis kewirausahaan, seseorang akan menghadapi sejumlah kendala di depannya.

Dari internal antara lain bersumber dari mentalitas. Karenanya, harus rajin memotivasi diri. Penyebab lainnya bisa berasal dari turnover employee (karyawan yang keluar masuk, saat rintisan wirausaha tersebut mulai merekrut dan mempekerjakan karyawan.

Sementara, dari faktor eksternal, berdasar pengalamannya berbisnis busana dengan brand sendiri, tantangannya antara lain persaingan harga, desain produk yang harus terus menerus dikembangkan dan disegarkan, dan perubahan kondisi pasar.

Kunci sukses berwirausaha seperti bisnis busana yang ditekuninya, menurut Titin Fatimah adalah niat kuat, tujuan yang jelas, penggunaan strategi yang pas, aksi (menjalankan strategi), menganalisa kondisi pasar dan konsistensi.

Prinsip dasar memulai wirausaha, imbuh Titin, adalah just do it, lakukan dulu. Lalu, Anda akan belajar dari pengalaman ketika hal tersebut sudah Anda mulai.

Titin Fatimah saat ini mengelola dua gerai busana muslimah modern dengan merek yang dia ciptakan sendiri , Az Zahra, di lantai 5 Blok H5 dan lantai D1 Blok D19 di Thamrin City, Jakarta. ( Tribunnews.com)